Postingan

Menampilkan postingan dengan label surat kaleng

Paling Baik

Mungkin kita pernah bermimpi dengan mimpi yang sama. Kelak kita akan berjalan beriringan dalam hidup. Membangun keluarga kecil yang manis dengan banyak suara anak kecil yang tertawa dan menangis. Dan jika ada masalah datang, kita akan semakin erat bergandengan tangan. Tak perlu lagi berkata - kata, sebab tanganmu yang menggenggam tanganku sudah menjelaskan segalanya. Mungkin kita juga pernah memiliki ketakutan yang sama. Kelak kita malah berjalan saling memunggungi. Lelah dengan perasaan masing - masing lalu mencari atau menemukan kebahagiaan yang lain. Dan akhirnya kita saling melukai perasaan satu sama lain. Mungkin, belakangan ini aku memang sedang sengaja menghindarimu. Mencoba melupakan semua mimpi sekaligus ketakutan itu.  Ingin sekali aku mencuri sedikit rahasia-Nya. Seperti apakah yang tertulis disana? Benarkah kita akan dipersatukan? Benarkah ada harapan? Terkadang aku lupa, kita pasti akan baik - baik saja dengan apapun ketentuan takdir-Nya. Matahari pagi masi...

Arus Waktu

Apakah kita akan selalu seperti ini? Mengikuti arus waktu? Tidak melawan arus waktu? Aku merangkai puzzle cerita hidup yang masih berantakan. Dan pada suatu waktu, aku melihatmu sesaat sedang mencari potongan perasaanku yang hilang. Aku lalu memutar waktu di dalam memoriku. Mencari kepingan - kepingan cerita yang mungkin pernah kita susun bersama. Tentang kisah masa lalu. Adakah? Berkali - kali aku mencari. Tapi tak ada apa - apa disana. Aku memang melihatmu, tersenyum tapi tanpa makna. Kisah kita memang tak pernah ada.  Kita hanya kenalan yang saling melempar senyum sederhana ketika tak sengaja bertatap mata. Menyesal? Tidak, sebaliknya aku malah bersyukur. Aku pernah bertekad tak ingin mengulang kesalahan yang sama. Kau paham maksudku, benar kan? Sebenarnya ini rahasia. Rahasia kecil yang sekarang sudah bukan rahasia lagi. Dulu aku pernah mengagumimu. Hanya saja dunia kita seolah bertabrakan. Aku sibuk dengan duniaku. Kau pun sibuk dengan duniamu. Seiring waktu aku j...

Ikatan

Kamar persegiku yang biasanya sunyi tiba - tiba jadi super gaduh. Sahabatku - sahabat baikku yang kukenal di masa perkuliahan datang berkunjung untuk menginap. Kurasa ikatan persahabatan ini lebih suka ku sebut sisterfillah. Malam itu bukan malam pertama kami. Malam itu adalah malam kesekian kalinya kami menghabiskan malam bersama. Jika sudah begini, mereka selalu membuatku terjaga semalaman. Kami menonton film bersama, membaca buku bersama, lalu saling menjahili dan menganggu satu sama lain. Ah, aku memang mempunyai hubungan baik dengan kesunyian. Tapi saat - saat riuh dengan mereka, rasanya benar - benar menyenangkan. Iya, semenyenangkan itu. Mereka selalu memiliki hal - hal yang menyenangkan untuk dibicarakan. Walaupun terkadang menyedihkan tapi begitu inspiratif. Menceritakan hal sedih bukan berati kurang bersyukur, kadang  kita memang perlu memberi ruang pada hati yang sedang membiru dengan berbagi cerita sambil menanggis. Bersama dengan mereka aku mendapati hidupku j...

Pencerita

Aku rindu menulis. Eh tidak, mungkin aku hanya rindu ingin di dengar olehmu. Maafkan. Kamu adalah salah satu rahasia baik di pikiranku. Aku memang tak mengerti tentang apa semua ini. Hanya saja, aku yakin pada hatiku jika ia tak ingin begitu saja menyerah padamu. Dan aku juga yakin pada hatimu jika kadang dari kejauhan sana kamu juga sedang memperhatikanku.  Apakah mungkin itu hanya ilusiku? Sekali lagi, maafkan aku. .....

Menyederhanakan Segala

Rasanya begitu sesak ketika ada sesuatu hal yang sebenarnya ingin hati utarakan. Rasa memang bisa datang dari mana saja. Bahkan mungkin dari sekedar membaca deretan aksara. Hingga hati menjadi berharap dan berfikir jika ia sudah menemukan orang yang tepat. Tapi apa yang ada di depan sana begitu misterius. Jujur memang akan membuatmu bernafas lebih lega. Tapi menyederhanakan segala rasa adalah pilihan yang lebih tepat. Mungkin diujung jalan sana, dia atau kamu akan dipertemukan dengan seseorang yang menurut Allah yang terbaik. Sampai nanti saatnya tiba, sampai nanti dia berniat menjadikan namamu setelah kata 'Qabiltu' , maka sampai saat itulah mungkin kalian baru berjodoh. Untuk sekarang, jagalah hatimu baik - baik. Isilah ia dengan hal - hal yang lain. Hapuslah air matamu. Semoga Allah menghadiahkan segala kesabaran dan keikhlasan mu dengan jodoh terbaik untuk dunia serta akhiratmu. Tersenyum lah, dan berjalan lah lagi. Katamu, hidup ini terlalu singkat untuk mengeja...

Manusia Penikmat Langit

Ada kalanya aku merindukan kehadiran seseorang. Apalagi saat sedang sendirian menikmati matahari yang terbenam. Di bumi ini, rasanya tak ada orang yang tidak menyukai senja. Selain indahnya semburat warna jingga, ia adalah bukti kesetiaan. Dimana sampai akhir zaman matahari tak pernah lupa untuk selalu pulang dan tenggelam di barat, lalu tertidur pulas dikaki langit. Benar- benar indah ya? Adakah yang lebih romantis saat kau bersedia duduk manis dan menikmati keindahahan senja ini bersamaku? Ah, selalu saja begini.. Semua hanya masalah waktu untuk kita saling menemukan. Jangan khawatir, karena semua akan terlewati dengan baik - baik saja. Kebahagiaan akan selalu dapat kita temukan asal kita pandai bersyukur. Ngomong - ngomong aku tidak sedang menunggu matahari bertukar waktu dengan bulan. Hanya saja tanpa sadar sekarang sudah malam. Selamat tidur rindu.

Secret Love

Gambar
My heart just kinda stopped feeling everything Hey hati, apa kabar? Kudengar kau sedang terluka sekarang. Hingga mempengaruhi seluruh sel di dalam tubuhku. Dimana jantungku yang harusnya memompa darah keseluruh tubuh kini seakan cuti dari tugasnya. Bukankah baru kemarin kau begitu bahagia seolah sudah memetik bintang dan memeluk bulan? Sudah pernah kukatakan, berhentilah berharap. Perasaan sepihak hanya akan menjatuhkanmu pada titik yang paling lemah. Dia memang mendekatimu. Membuatmu termengah - mengah menelusuri labirin. Kemudian membuatmu berpikir seakan dia hampir bisa kau raih. Tapi ternyata tidak. Seperti cahaya, bayangannya sekelebat saja tak bisa kau tangkap. Sekarang kau sudah mengerti. Sikap spesialnya padamu hanya untuk membuat hati yang lainnya cemburu. Kau kecewa? Tidak apa hati, tak perlu sembunyi, jangan pula kamu membencinya. Meski caranya salah dengan menyakitimu namun bukan berati kamu harus membalas menyakiti. Aku yang salah, membiarkanmu percaya kepada...

I still don't understand love. So I can't get any closer...

Sekarang, rasanya sulit sekali berdiri tegak. Apalagi di depanmu. Saat bersamamu aku tak perlu melihat bintang keatas langit. Karena aku hanya perlu melihat matamu. Kamu selalu baik padaku. Seolah memberikan secercah harapan pada hatiku. Kamu selalu bertingkah manis padaku. Seakan mencari perhatian dari kedua mataku. Kamu seseorang yang begitu bisa kuandalkan. Membuat diriku merasa spesial. Begitulah dirimu. Sayangnya, kamu juga melakukan semua hal yang sama untuk yang lain. Bagimu, aku ini apa? *man are all the same?

Galau

Gambar
Saat malam aku tak bisa melihat bintang yang berkilauan. Kala siang pun aku tak merasakan kehangatan dari sinar matahari. Hm... begini ya rasanya dikecewakan? Meski bukan sekali hatiku pernah mati. Tapi tetap saja ya, begitu sakit. Hari kemarin seperti mimpi, dan sekarang aku baru terbangun dari mimpi.  Ah.. yasudahlah,   keep calm and study hard aja! Note : Edisi author sedang kecewa karena dapet nilai jelek, sementara temen - temen kelas lainnya bagus TT---TT   *ehehe..

It Is Love?

Gambar
Semua bermula sejak pertama kali bertemu dengannya. Sebut saja dia Tuan K. Kami bertemu karena sebuah takdir. Kami tak mungkin bisa bersama juga sebuah takdir. Hanya karena dia mengingatkanku akan teman lama, diam - diam aku mulai mengamatinya. Bodoh ya? Tapi yaa, hanya sekadar itu saja. Tak berhenti disana. Meski terlalu jarang memperhatikannya. Dia menyadari ada sepasang mata rindu yang entah sejak kapan setia mengintainya. Barangkali begitu pikirnya. Kini semuanya berbalik padaku. Bukan lagi aku yang selalu mengamatinya. Tapi kedua mata runcingnya yang tak berhenti menatapku curiga. Bodoh memang, aku ini. Dia, laki - laki beralis tebal, yang sekarang tak lagi terduduk di dekatku. Meski aku tak pernah mengenalnya, cinta yang kuimpikan terasa dekat bila bersamanya. Aneh memang. Berbeda dengan yang sebelum - sebelumnya. Aku seolah melepaskan begitu saja, ketika berpapas dengannya. Seakan pasrah. Selayaknya tak ada upaya. Aku tahu, pada akhirnya kami memang harus sali...

Namanya juga Kenangan

Gambar
Aku paham akan selalu ada pelangi setelah hujan badai. Aku tahu hujan bisa menghapus jejaknya. Aku yakin hujan sanggup menyeka air mata. Namun untuk saat ini terkadang memang aku masih tergoda untuk menari - nari dibawah rinai hujan sambil menanggis. Hmm iya, seperti saat menghitung bintang. Semuanya butuh waktu. Seperti yang lain kamu datang saat seseorang itu pergi. Bedanya kamu begitu sabar menghapus luka lamaku. Kau tak pernah lelah menungguku. Kau tak pernah bosan memesonakanku. Dulu kamu tetap berdiri disini meski aku sudah bilang pergi. Kini saat aku merasa kamulah yang terbaik, saat kusadari bukan hanya sang illahi yang ada di relung hati mengapa kamu menjadi berbeda?

Sederhana

Gambar
Can we just stay like this forever? Mungkin aku terlalu terpikat dengan kata sederhana. Bukan dari mobil ferrarinya yang mentereng menyilaukan. Bukan dari maha gantengnya aku terhipnotis. Kemanapun dia pergi dia menggunakan kedua kakinya yang kuat. Kemanapun ia melangkah dia menebarkan senyum manisnya ke horisontal cakrawala dunia. Senyum dan tatapannya yang sendu hingga menusuk sampai ke dalamlah yang membuatku untuk selalu ingin berdekatan dengannya. Meski rasa ini bukan satu atau dua detik semata namun aku masih di titik ini. Saat yang lain berjuang jatuh bangun mendapatkan cintanya. Aku masih termenung di lingkaran ini. Tidak terlalu dekat. Tidak juga terlalu jauh. Saat yang lain sudah berada di titik berharap mendapatkan perhatiannya. Aku masih berada di zona berharap dia sekali lagi memanggil namaku. Saat yang lain satu persatu mendekatinya. Aku hanya sanggup membisu memainkan kata di selembar kertas tentangnya.

Bukan Lilin yang Membakar Diri

Gambar
Disini, ditempat gelap gulita yang hina ini. Sepasang mata sendu dengan segores rasa warna – warninya selalu memperhatikanmu. Beberapa orang bisa membuatmu tersenyum dengan humor yang menggelitik. Tapi, someone spesial sepertimu bisa membuatku tersenyum tanpa kamu harus melakukan apapun. Jika albert einstein bisa membuat rumus kesuksesan. Kamu pun bisa membuat rumus – rumus tersirat yang gabisa ditebak apa lagi di terka. Jika C adalah cinta maka C = A + B + D. Dimana A berarti kamu. B berarti kamu. Dan D juga berarti kamu. Kuakui aku dan kamu bukan temen. Bukan juga musuh. Kita cuma dua orang asing yang terjebak dalam suatu pertemuan tapi nggak untuk disatukan. Memang menyakitkan hanya bisa melihatmu dari kejauhan. Tapi lebih menyakitkan hanya bisa menunggu dan berdiam diri tanpa bisa berjuang.

Malaikat tak bersayap

Gambar
Lembutnya belaian kasihmu tak akan bisa terganti. Damainya kedua bola mata cekungmu akan selalu kunanti. Di keremangan bolam petang, sering kulihat keningmu berkerut – kerut. Dalam tidurmu pun masih memikirkan banyak hal ya? Tak peduli topan ataupun petir   yang menggelegar, kau masih saja tersenyum menenangkanku dalam pangkuan. Aku berdusta kau hanya tersenyum. Aku melanggar kau menarik ujung kupingku lembut. Saat aku membantah kau jentikan lirih jemarimu di keningku. Mungkin, engkaulah malaikat tak bersayap yang menjelma seorang manusia yang hebat. Bagiku, kasih sayangmu seperti lingkaran yang tiada akhir ujungnya. Kau adalah segalanya, cinta yang tak bersyarat, kesabaran yang tak terbatas, dan kasih yang tanpa harap. Dan dirimulah yang pertama kali menanamkan cinta dihatiku.