Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hope

Sepaket

Kadang kesedihan datangnya memang sepaket dengan kebahagiaan. Mungkin memang diawali dengan tangis, tapi akan berakhir manis. Hari itu langit cerah. Hanya hatiku saja yang mendung menerima kabar buruk. Aku mengeluh. Hal buruk selalu datang padaku. Maksudku, disaat aku sedang menikmati apa yang sedang kulakukan, kenapa harus Engkau akhiri Ya Rabb? Singkat cerita , aku seperti 'isi' biskuit yang terjepit. Begitulah keadaanku saat itu. Sebenarnya aku ingin marah. Tetapi aku lebih memilih menerimanya dan melangkah. Aku berusaha percaya pada rencana Mu, pasti memang begini yang terbaik kan? Pasti. Waktu berlalu. Dan benar saja, ada banyak hikmah yang bisa kuambil. Aku tersenyum, lalu bersyukur. Ada begitu banyak hal baik yang tak pernah berhenti menghampiriku. Ternyata, dibalik semua itu ada rencana Mu yang sangat indah. Ah, lagi - lagi aku terlupa, di dunia ini memang tidak ada manusia yang selalu bahagia. Adanya yang selalu bersyukur. Semoga dengan adanya nikmat ini...

Al-‘Afuw, Al-Ghofur

إنَّ اللهَ لَعَفُوٌّ غَفُوْرٌ "Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun ”  (QS al-Hajj: 60) "Ya Rabb ku, maafkan aku... " 

Mimpi

Begini, aku menghela napas panjang. Lalu memasang wajah serius berpikir. "Baiklah.. mungkin ini terdengar muluk - muluk. Tapi aku hanya ingin menjadi anak yang berbakti pada orangtua. Dan kelak jika masih diberi kesempatan, aku ingin bisa menjadi ibu dan istri yang baik..." jawabku pada suatu mimpi. Lampu utama belum juga dinyalakan. Dibiarkannya lampu gantung itu berkedip untuk membuat suasana mencekam. Nampaknya interogasi ini akan sangat panjang. 

Hope

Ketika sedang melihat ke atas langit. Bibirku selalu memuji nama Mu, kemudian memanggil nama kekasih Mu. Lalu sejenak aku tersadar, ada begitu banyak hal mustahil yang telah kuterima dalam hidup. Dan masih ada banyak pula kemustahilan lain yang ingin aku panjatkan. "Ya Rabb ku, izinkan aku selalu memanggil nama Mu disepanjang deru napasku..." 

1/3 Malam

Langit malam kian pekat. Hanya paduan suara serangga - serangga malam yang terdengar mencoba merobek kesunyiannya. Di sebuah rumah, tampak seorang lelaki yang rupanya sudah jatuh hati dengan rembulan, udara dingin dan keheningan malam. Dia memakai baju terbaiknya, menyisir rambutnya, dan mengenakan kopiah putih kesukaannya. Dengan tenang lelaki itu menikmati shalat sunnahnya sendirian. Rangkaian gerakan shalat dengan bacaannya telah lelaki itu kerjakan dengan khusyuk. Ia lalu melirik ke arah jam dinding yang menggantung di kamarnya. Sudah waktunya untuk membangunkan seseorang, begitu pikirnya. Tak jauh dari tempat sajadahnya menghampar, lelaki itu berjalan dan terduduk di salah satu sisi sebuah ranjang. Disana terbaring seorang perempuan yang masih tertidur dengan lelap. Ia menatapnya dalam. Terbesit pikiran kasihan jika ia bangunkan. Lalu sepersekian detik kemudian ia teringat akan sebuah mimpi sekaligus janjinya. "Bangun sayang, ayo kita ke Surga-Nya..." bisiknya...

Peragu

Aku memang sudah terperangkap. Di dalam ruangan yang hanya memiliki satu daun pintu dan jendela. Pintu itu berukuran sedang. Menjadi satu - satunya jalan yang bisa menghubungkan ku dengan dunia luar. Di pinggir jendela aku hanya duduk bosan bersama waktu. Menikmati hembusan angin saat memasuki ruangan. Menopang daguku dengan telapak tangan. Menunggu entah apa. Kadang ada yang mencoba mengetuk pintu itu. Seringkali aku pura - pura tak menyadarinya. Hanya tergoda untuk mengintip dari dalam tanpa berani menanyakan maksud kedatangan. Entah kenapa aku selalu ragu lalu hanya diam mengabaikan. Pasti menyenangkan jika tak perlu menunggu lagi. Aku sendiri mulai lelah. Menunggu terbebas dari semua ini. Tapi lagi - lagi karena aku begitu peragu. Tiba - tiba aku mendengar suara langkah kaki yang berjalan mendekat. Aku terdiam dengan hati yang penuh tanda tanya. Cukup lama seseorang itu hanya berdiri mematung di balik pintu. Tidak mengetuk atau mengucapkan salam. Aku bergegas berdiri. Me...

Ikatan

Kamar persegiku yang biasanya sunyi tiba - tiba jadi super gaduh. Sahabatku - sahabat baikku yang kukenal di masa perkuliahan datang berkunjung untuk menginap. Kurasa ikatan persahabatan ini lebih suka ku sebut sisterfillah. Malam itu bukan malam pertama kami. Malam itu adalah malam kesekian kalinya kami menghabiskan malam bersama. Jika sudah begini, mereka selalu membuatku terjaga semalaman. Kami menonton film bersama, membaca buku bersama, lalu saling menjahili dan menganggu satu sama lain. Ah, aku memang mempunyai hubungan baik dengan kesunyian. Tapi saat - saat riuh dengan mereka, rasanya benar - benar menyenangkan. Iya, semenyenangkan itu. Mereka selalu memiliki hal - hal yang menyenangkan untuk dibicarakan. Walaupun terkadang menyedihkan tapi begitu inspiratif. Menceritakan hal sedih bukan berati kurang bersyukur, kadang  kita memang perlu memberi ruang pada hati yang sedang membiru dengan berbagi cerita sambil menanggis. Bersama dengan mereka aku mendapati hidupku j...

Cerita Perempuan

Semua orang punya cerita hidupnya masing - masing. Sembari menunggu seseorang, aku terduduk di sebuah bangku kayu dan memanjakan mataku dengan pemandangan pepohonan serta rumput - rumput liar yang nampak seperti lukisan bergoyang. Terkadang ada saja yang ikut terduduk disampingku, meski hanya sekejap. Aku sendiri tidak begitu keberatan. Asalkan ketika ia pergi, ia tak lupa untuk tidak meninggalkan jejak apapun. Kali ini ada seorang perempuan yang tiba - tiba ikut terduduk disebelahku. Dia memakai rok panjang dan dibalut dengan jilbab yang manis. Wajahnya sangat cantik dan ketika ia tersenyum laksana sungai yang dapat menghanyutkan ragu menjauh.  "Menunggu seseorang?" tanyanya. Aku tersenyum malu lalu mengangguk. "Apa orang itu tahu kau menunggunya?" Pelan aku menjawab "Tidak..." Raut wajahnya berubah masam. Ia melihatku dengan tatapan malang.  Tanpa salam, ia lalu menceritakan kisahnya.  Katanya, bulan depan ia akan menikah. Bukan ...

Berharap

Sudah sejak lama kau telah menutup hatimu rapat - rapat. Kamu membangun tembok yang menjulang tinggi sampai tak ada celah untuk orang lain memasuki. Bukan untuk melindungi sebuah nama. Tuhan mu Maha Baik, membiarkan hatimu kosong untuk diberikan pada seseorang yang benar - benar akan menjagamu. Dulu kau pernah mencintai seseorang. Tapi kalian berdua sepakat untuk bertanding saling melepaskan. Berharap masa yang tepat yang akan menyatukan. Singkat cerita, akhirnya kau terluka. Iya, someone mu pergi tapi bersama orang lain. Sambil tersedu kau mengadu pada Rabb mu. Setelahnya ketentraman hatilah yang kau dapat. Kamu telah mendapat pelajaran hidup yang berharga. Bahwasanya, tak ada cinta yang sebenar - benar cinta selain cinta karena Rabb mu. Katamu "Tak ada yang lebih indah selain memasrahkan segalanya kepada Sang Pemilik Hidup" Benar saja, kau begitu fokus menyibukkan diri dan memperbaiki diri. Bersemangat berkarya di sana - sini agar tak pernah ada kata sepi. Meski ja...

For you...

Gambar
You've found a good man when he makes you want to be a better Muslimah :)) Gambar diambil dari sini .

Penantian

Setiap pergantian tahun harapan yang kita miliki berubah. Misalnya, di tahun ini berharap bisa dipertemukan dengan seseorang yang selama ini kau cari. Tahun berikutnya berharap bisa membentuk sebuah keluarga kecil. Dan tahun - tahun selanjutnya berharap akan hal - hal yang lain. Begitulah hidup. Segalanya memang harus berubah dan selalu penuh dengan kejutan. Oh iya, sudah waktunya aku mengganti kalender yang sudah usang disudut kamar. Rasanya baru kemarin aku mendapat kalender ini dari ibu dan sorenya kupasang di dinding kamar. Sekarang sudah harus diganti saja. Apa aku terlalu sering berlari hingga lupa untuk menikmati setiap pemandangannya ya? Tahu - tahu sudah terlalu jauh berlari. Hmm ditahun baru ini sepertinya aku ingin berjalan saja. Memang masih ada banyak hal yang harus diselesaikan. Ada juga yang harus dibangun untuk hari esoknya. Namun hatiku ingin merasakan petualangan lain. Jalan yang kutempuh belakangan ini membuatku gelisah. Aku merasa sendiri di keramaian. Mungki...

One day, insyaAllah <3

Pada suatu hari nanti, insyaAllah. Aku adalah orang pertama yang akan kau lihat di setiap paginya. Cinta kita sudah halal. Kita menjadi keluarga kecil yang bahagia dengan anak - anak kita yang tumbuh dengan penuh cinta. Kita juga sudah mempunyai rumah, meski sederhana tapi milik kita sendiri, jerih payahmu. Pada suatu hari nanti, insyaAllah. Kau adalah orang yang sama yang akan aku cintai di setiap harinya. Hati kita sudah tentram. Orangtua kita masing - masing sedang menikmati masa tua nya dengan nyaman. Finansial keluarga kita juga sudah stabil. Maha Baik Allah kita. Pada suatu hari nanti, insyaAllah. Kita akan mengalami pasang surut dalam mengarungi kehidupan. Hidup adalah sebuah ujian. Kadang kita dalam keadaan suka, kadang kala juga kita dalam keadaan duka. Satu hal yang pasti, bagaimanapun nanti kita akan menjalaninya bersama hingga memutih rambut kita. Aku akan berlari mencarimu kalau aku bingung, dan kemarilah.. mendekatlah padaku jika kau terluka karena dunia. Percayalah...

Bersamamu

Gambar
Langit Bandung kala itu. Di bawah langit biru yang cerah. Aku ada di pantulan matamu.  Walaupun kita memandang langit yang sama dan apa yang kita pikirkan sangat berbeda. Tapi itu tak begitu masalah. Kamu, jangan jauh - jauh dariku. Memikirkan dirimu pergi saja aku takut. Bersama denganmu kudapati diriku menjadi manusia yang lebih baik.  Bagaimana denganmu?

Tak Berjudul

Gambar
I don't care where we go as long as i'm there with you. Selamat Malam, Kau tahu sayang, dingin malam kali ini lebih dingin dari beberapa tarikan nafas sebelumnya. Sebab sekarang aku harus lebih berjuang untuk mencintaimu dalam diam, menjagamu dari kejauhan, mengamatimu bersama hening dan merindukanmu saat dipeluk kesendirian. Entahlah, aku merasa lebih terhormat. Saat aku melihatmu diseberang jalan, Aku ingin kembali ke memori masa lalu. Saat kita berdua berdiri di jalan yang sama saat itu. Saat mataku, bisa berenang kedalam samudera matamu. Ah.. tidak. Itu tidak benar sayang.  Aku tahu ada begitu banyak hal yang ada di benakmu. Mungkin kau takut. Sudah terlalu banyak waktu yang kujalani tanpamu. Tak apa sayang, saat nanti senyumanmu datang. Ia akan mengupas rindu, tatkala hati terlalu penat terikat waktu.  Sayang, kala bagimu dunia hanya berwarna hitam putih, kau harus tahu kalau bagiku kaulah sang pelangi. Jangan menyerah. Teruslah berjuang meski meng...