Postingan

Ingin Pulang, Cepat Pulang

At Student Center Fakultas teknik Telkom University, Sekretariat UKM Djawa Lt. 1 J107. Selamat  pagi,  sekarang tepat pukul 01.00 WIB. Dan alunan gamelan Jawa yang syahdu kini berdesing padu dengan hatiku. Lucu, berniat tak ingin mengingat – ingat tentang rindu yang semakin menganggu. Sekarang malah harus menulis tentang pulang yang memang begitu kurindu.Tapi tak apa, toh menulis adalah seni pengabadian kan? Kalau dihari – hari biasa aku sangat merindukan  pemilik mata teduh yang selalu menjejukkan, yaitu ibu. Namun ada yang sedikit berbeda sekarang.  Kali ini aku sangat merindukan sesosok pria kekar  yang selalu terlihat tenang. Pemilik mata sayup yang seolah selalu mengantuk, pemilik suara berat yang membuat orang sekelilingnya mengantuk, lembut. Bapakku. Oh iya, Kemarin  malam aku baru saja berbincang dengan Bapak lewat telepon. Hanya sekitar tiga menit kurasa. Sebentar kah? Hihi bagiku itu sudah cukup untuk menjadi penawar rindu. Karena...

Menunggu

Gambar
Mungkin kami bertemu saat matahari berada di puncak kala itu. Di persimpang jalan, di gedung kotak bercat merah muda, di ruang persegi yang disebut sebuah kelas. Dan , entah sejak kapan, tiba-tiba ada namanya yang bermuara di dasar sini; relung ini. Masih kuingat jelas kemarin kami masih berbagi cerita. Dia suka bercerita, sedang aku begitu suka mendengarnya. Barangkali itulah mengapa kami bisa begitu akrab. Ku ketuk kecil-kecil layar ponselku. Kubiarkan mataku terbenam pada sebuah potret gambar dirinya yang sedang bersamaku di pantai ini. Di sore seperti ini,  terduduk di ujung jembatan buntu sambil menatap mozaik kilauan air laut seperti ini.  Kugoreskan senyum tipis meski ada rasa menyayat perih saat menatap lamat-lamat siluet wajahnya.

Namanya juga Kenangan

Gambar
Aku paham akan selalu ada pelangi setelah hujan badai. Aku tahu hujan bisa menghapus jejaknya. Aku yakin hujan sanggup menyeka air mata. Namun untuk saat ini terkadang memang aku masih tergoda untuk menari - nari dibawah rinai hujan sambil menanggis. Hmm iya, seperti saat menghitung bintang. Semuanya butuh waktu. Seperti yang lain kamu datang saat seseorang itu pergi. Bedanya kamu begitu sabar menghapus luka lamaku. Kau tak pernah lelah menungguku. Kau tak pernah bosan memesonakanku. Dulu kamu tetap berdiri disini meski aku sudah bilang pergi. Kini saat aku merasa kamulah yang terbaik, saat kusadari bukan hanya sang illahi yang ada di relung hati mengapa kamu menjadi berbeda?

Kontes Blog

Gambar
                   Assalamualaikum, apa kabar sahabat pena? Hehee maaf kalo aku sekarang udah jarang ngepost eh salah ga pernah ngepost lagi. Sibuk si^^v *salim.           Sekalinya ngepost gini sebenarnya buat memenuhi syarat buat ngikutin kontes blog SEO yang lagi aku ikutin di kampus tersayang. Hehee maafin aku kurang ajar *nyengir. Intinya saya mohon doa restunya yaaa.           Sebenarnya iseng si ngikutin ginian, terus kata ka irfan apa salahnya mencoba toh nantinya bakal bisa nikamatin bagaimana prosesnya. Dalam hati ah iyaa bener juga tuh . Terus kata ka mufid ikut dek, anak ecia (Electronic Commerce and Internet Application Research Group ) wajib ikut. Dalam hati, hmm baiklah aku anak ecia yang taat. Daaan akhirnya ikutan deh.           Well, kontes blog ini bertema Te...

Nothing

Gambar
Happy Panda

Sederhana

Gambar
Can we just stay like this forever? Mungkin aku terlalu terpikat dengan kata sederhana. Bukan dari mobil ferrarinya yang mentereng menyilaukan. Bukan dari maha gantengnya aku terhipnotis. Kemanapun dia pergi dia menggunakan kedua kakinya yang kuat. Kemanapun ia melangkah dia menebarkan senyum manisnya ke horisontal cakrawala dunia. Senyum dan tatapannya yang sendu hingga menusuk sampai ke dalamlah yang membuatku untuk selalu ingin berdekatan dengannya. Meski rasa ini bukan satu atau dua detik semata namun aku masih di titik ini. Saat yang lain berjuang jatuh bangun mendapatkan cintanya. Aku masih termenung di lingkaran ini. Tidak terlalu dekat. Tidak juga terlalu jauh. Saat yang lain sudah berada di titik berharap mendapatkan perhatiannya. Aku masih berada di zona berharap dia sekali lagi memanggil namaku. Saat yang lain satu persatu mendekatinya. Aku hanya sanggup membisu memainkan kata di selembar kertas tentangnya.

Bukan Lilin yang Membakar Diri

Gambar
Disini, ditempat gelap gulita yang hina ini. Sepasang mata sendu dengan segores rasa warna – warninya selalu memperhatikanmu. Beberapa orang bisa membuatmu tersenyum dengan humor yang menggelitik. Tapi, someone spesial sepertimu bisa membuatku tersenyum tanpa kamu harus melakukan apapun. Jika albert einstein bisa membuat rumus kesuksesan. Kamu pun bisa membuat rumus – rumus tersirat yang gabisa ditebak apa lagi di terka. Jika C adalah cinta maka C = A + B + D. Dimana A berarti kamu. B berarti kamu. Dan D juga berarti kamu. Kuakui aku dan kamu bukan temen. Bukan juga musuh. Kita cuma dua orang asing yang terjebak dalam suatu pertemuan tapi nggak untuk disatukan. Memang menyakitkan hanya bisa melihatmu dari kejauhan. Tapi lebih menyakitkan hanya bisa menunggu dan berdiam diri tanpa bisa berjuang.