Postingan

Ramadhan

Dari dulu setiap mendengar kau akan tiba debar jantungku selalu kegirangan. Waktu kecil aku memang tak tahu makna kehadiranmu yang sesungguhnya. Aku suka padamu karena di bulan itu suasana kampungku jadi menyenangkan. Semua orang entah kenapa akan lebih rajin mengaji. Masjid ataupun mushola mendadak jadi ramai. Teman - teman sebayaku juga ikut bersemangat beribadah. Aku pun tak ingin kalah. Meski sebenarnya aku begitu bersemangat demi untuk mengisi buku kegiatan bulan ramadhan ku. Tapi masa kecil ku bersama denganmu memang masa yang paling seru. Sekarang aku sudah tumbuh dengan baik seperti manusia lain. Aku sudah cukup mengerti bahwa hidup ini begitu rumit. Aku juga sudah paham jika kau datang berati aku masih diberi kesempatan untuk meraih pengampunan dan meningkatkan ketakwaan ku kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Meski kau tak pernah memberi tahuku, aku pun paham dengan sendirinya, jika nikmat yang paling besar adalah bisa berkumpul dengan keluarga yang utuh ketika bersamamu....

....

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ “ Allah (Pemberi) cahaya langit dan bumi ”  (QS. An Nur: 35)

Mimpi

Begini, aku menghela napas panjang. Lalu memasang wajah serius berpikir. "Baiklah.. mungkin ini terdengar muluk - muluk. Tapi aku hanya ingin menjadi anak yang berbakti pada orangtua. Dan kelak jika masih diberi kesempatan, aku ingin bisa menjadi ibu dan istri yang baik..." jawabku pada suatu mimpi. Lampu utama belum juga dinyalakan. Dibiarkannya lampu gantung itu berkedip untuk membuat suasana mencekam. Nampaknya interogasi ini akan sangat panjang. 

Teman Hidup?

Teman dalam segalanya. Teman berbagi kebaikan. Teman bersama - sama dalam ketaatan. Teman berbagi kasih dan sayang. Teman searah dalam perjalanan panjang. Teman diskusi meski untuk hal - hal kecil. Teman yang saling menguatkan. Teman membuat rencana - rencana hebat untuk masa depan. Teman tidur. Teman bertumbuh dan berkembang. Teman yang saling mendoakan. Teman berbagi bahu untuk bersandar. Teman berbagi cerita keseharian. Teman yang paling bisa diandalkan. Teman yang saling melindungi dan menjaga dari apapun diluar sana. Teman yang saling mendukung. Teman yang paling tahu sekaligus menerima dan menutupi segala kekurangan. Teman yang paling setia. Teman yang tidak menuntut tapi saling menyokong untuk maju. Teman belajar dan mengajari. Teman seperjuangan. Teman yang kehadirannya bisa memberikan kenyamanan sekaligus ketentraman. Teman bertengkar tetapi juga saling mengalah. Teman yang akan marah jika ada yang mengganggu salah satunya. Teman yang saling merindukan jika harus berjauhan. D...

Hope

Ketika sedang melihat ke atas langit. Bibirku selalu memuji nama Mu, kemudian memanggil nama kekasih Mu. Lalu sejenak aku tersadar, ada begitu banyak hal mustahil yang telah kuterima dalam hidup. Dan masih ada banyak pula kemustahilan lain yang ingin aku panjatkan. "Ya Rabb ku, izinkan aku selalu memanggil nama Mu disepanjang deru napasku..." 

Arus Waktu

Apakah kita akan selalu seperti ini? Mengikuti arus waktu? Tidak melawan arus waktu? Aku merangkai puzzle cerita hidup yang masih berantakan. Dan pada suatu waktu, aku melihatmu sesaat sedang mencari potongan perasaanku yang hilang. Aku lalu memutar waktu di dalam memoriku. Mencari kepingan - kepingan cerita yang mungkin pernah kita susun bersama. Tentang kisah masa lalu. Adakah? Berkali - kali aku mencari. Tapi tak ada apa - apa disana. Aku memang melihatmu, tersenyum tapi tanpa makna. Kisah kita memang tak pernah ada.  Kita hanya kenalan yang saling melempar senyum sederhana ketika tak sengaja bertatap mata. Menyesal? Tidak, sebaliknya aku malah bersyukur. Aku pernah bertekad tak ingin mengulang kesalahan yang sama. Kau paham maksudku, benar kan? Sebenarnya ini rahasia. Rahasia kecil yang sekarang sudah bukan rahasia lagi. Dulu aku pernah mengagumimu. Hanya saja dunia kita seolah bertabrakan. Aku sibuk dengan duniaku. Kau pun sibuk dengan duniamu. Seiring waktu aku j...

Kilas Balik

Belakangan ini, waktu berjalan begitu lambat. Rasanya seperti sedang tersesat di dunia abu - abu. Senja yang kelabu. Hujan yang sendu.  Mungkin aku hanya sedang lelah. Hingga melihat yang berwarna seolah tak bernyawa. Padahal p roject tahun lalu dua kali lipat lebih berat dibanding yang sekarang. Tapi karena ada banyak yang menganggu di pikiran, aku jadi gampang lelah.   Tadinya aku memang merasa sulit. Tiba - tiba juga jadi gampang linglung. Tapi  alhamdulillah project team ku ini banyak sekali para konsultannya yang merangkap jadi pelawak. Aku jadi tak lupa untuk menertawai dunia. Hehe Oh iya, tanpa sadar anak - anak kucing yang tinggal dikantor sekarang sudah besar - besar. Meski sengaja tak kuberi nama, tapi sedih juga ketika sekarang mereka hanya tinggal dua. Tadinya ada empat. Hiks. Pelan - pelan semua memang akan berlalu. Project kami yang sekarangpun akhirnya sudah Go live. Alhamdulillah... Kabar terbarunya, minggu kedua di bulan depan aku sudah di...